Thursday, 8 May 2014

Stem Cell, Obat Dewa Untuk Kebanyakan Penyakit

Stem cell -dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama sel induk- dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi sebuah incaran yang penting bagi kalangan peneliti. Hal ini dikarenakan stem cell diprediksikan menjadi obat "dewa" bagi kebanyakan penyakit. Penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan atau kemotherapy pun dapat ditanggulangi oleh metode therapy stem cell ini. Stem cell merupakan sel tubuh manusia yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel tubuh, seperti sel jantung, sel otot, sel syaraf, dan sel-sel lainnya.

Stem cell mulai dikenal dengan adanya penelitian dan focus peneliti terhadap biologi sel tentang perkembangan embrionik manusia pada pertengahan tahun 1800. Dan pada awal tahun 1900 stem cell untuk pertama kalinya dikenal oleh peneliti melalui mekanisme regenerasi sel darah merah pada sumsum tulang.

Penyakit-penyakit degeneratif pada beberapa puluh tahun ini semakin menghantui. Banyak penyebab yang menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif ini semakin luas kalangan penderitanya, salah satunya adalah pola makan, pola hidup, dan lingkungan. Banyak teori-teori yang menjelaskan tentang pengaruh pola makan terhadap berbagai macam penyakit yang timbul, seperti diabetes. Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP menjelaskan bahwa Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit endokrin yang menjadi pembunuh utama manusia, dengan penderita mencapai 150 juta jiwa pada tahun 2000. Dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tidak menular ini.

Diabetes mellitus merupakan salah satu dari penyakit degeneratif yang belum bisa disembuhkan, baik dengan menggunakan metode medis operasi maupun kemoterapi. Akan tetapi beberapa tahun belakangan ditemukan sebuah metode medis yang dapat mengobati penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat-obatan, yaitu dengan metode terapi Stem cell. Metode ini masih terbilang baru dikenal di Indonesia kira-kira pada tahun 2004 dan merupakan sebuah terobosan terapi, sehingga masih sangat asing bagi beberapa masyarakat, maupun kalangan akademisi. Stem cell pertama kali muncul karena adanya minat yang begitu besar dari para Scientist terhadap biologi sel sesaat setelah ditemukannya mikroskop, dan menjadi banyak perbincangan dan fokus penelitian bagi para Scientist dunia sejak awal tahun 1900 dimana stem cell diujicobakan pertama kali di sumsum tulang pada saat sel ini diketahui berubah menjadi sel darah merah. Penelitian ini merupakan penelitian yang tercatat dalam pelaksaannya dimana aplikasi penelitian transplantasi sumsum tulang ini menggunakan stem cell dewasa atau Adult Stem Cell, dan proses pengaturannya menggunakan mouth pada penderita anemia dan leukemia. 

Pada akhir tahun 1950 peneliti medis dari Prancis menemukan penemuan tentang system imun manusia, dimana penemuan ini menjadi pemacu bagi penelitian-penelitian lanjutan tentang transplantasi sumsum. Yaitu Jean Dausset yang berhasil mengidentifikasi banyak antigen yang sesuai secara histologinya pada manusia, yang kemudian dikenal dengan nama HLA antigen (Human Leukocyte Antigen). Tahun 1960an penelitian tentang tranplantasi sumsum tulang terus berkembang mulai dari percobaan dengan metode donor-resipien dari saudara kembar identik bahkan hingga donor-resipien dari manusia yang tidak punya ikatan darah. Tahun 1980 para peneliti mengetahui cara untuk mengambil ESC (Embryonic Stem Cell) dari tikus dan menumbuhkannya dalam laboratorium. Tahun 1998 James Thompson berhasil mengisolasi sel dari Inner Cell Mass pada embrio dan dikembangkan menjadi ESC lines (Embryonic Stem Cell). Embrio yang digunakan dalam penelitian-penelitian tentang Stem Cell ini menggunakan embrio manusia yang diambil dari “sisa” penggunaan prosedur bayi tabung (In Vitro Fertilization), dimana setiap proses In Vitro Fertilization ini akan menghasilkan banyak sel telur. Perjalanan penelitian tentang Stem Cell ini telah melalui masa-masa yang sangat panjang, banyak kontroversi yang diperdebatkan dan bahkan hingga membatasi dana penelitian pemerintah hanya pada Human Embryonic Stem Cell lines yang dibuat sebelum maklumat Presiden George W. Bush pada tahun 2001. 

Terapi stem cell ini menurut E. Michael Molnar adalah Universal stem cell, yang dapat menyembuhkan semua penyakit, tetapi stem cell ini bukanlah obat ajaib. Fungsi utama dari terapi stem cell menurut beliau adalah sebagai inisiator atas kesembuhan penyakit itu sendiri. Terapi ini hanya diketahui sebagai pengobatan untuk situasi yang klinis dengan cara menyembuhkan beberapa malfungsi atau tidak berfungsinya tipe sell, beberapa jaringan dan organ, yang rusak karena disebabkan oleh penyakit, pertumbuhan dan perkembangan yang abnormal, ataupun kecelakaan parah.

Referensi diambil dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment