Wednesday, 25 June 2014

Lagu-lagu yang menginspirasi

Beberapa hari ini sering mendengar lagu yang paling cocok dengan suasana hati. Em, ada lagunya Petra Sihombing - Mine dan Shane Westlife - Beatiful in White. Entah kenapa lagu ini sangat-sangat menginspirasi.. berikut ini lirik lagunya. Easy listening dan good meaning... ^_^

-Mine-
Petra Sihombing

Girl your heart, girl your face is so different from them others
I say, you're the only one that I'll adore
'Cause every time you're by my side
My blood rushes through my veins
And my geeky face, blushed so silly yeah, oh yeah

And I want to make you mine

Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we'll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine

Girl your smile and your charm
Lingers always on my mind I'll say
You're the only one that I've waited for

And I want you to be mine

Oh, baby, I'll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we'll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you'll be mine, you'll be mine

And I want you to be mine
And I want you to be mine

Oh, baby, I’ll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we’ll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you’ll be mine, you’ll be mine

Oh, baby, I’ll take you to the sky
Forever you and I, you and I, you and I
And we’ll be together 'til we die
Our love will last forever and forever you’ll be mine, you’ll be mine

***
Keren kan lagunya... hehehe

Lagu Beatifull in white - Shane Westlife

Monday, 23 June 2014

Cartridge canon rusak? gak perlu gusar..

Keperluan kantor gak jauh2 dengan yang namanya printer...kebanyakan printer yang ada di kantor saya ini adalah printer Canon. Kenapa memilih Canon? em...berbagai alasan yang dikemukakan oleh para penggunanya. Mulai dari harga, kemudian banyaknya pengguna, serta lebih awet dibanding merek tetangga.

Benarkah printer canon itu awet? ya setidaknya 8 dari 10 orang di kantor mengatakan hal tersebut ( Survey asal...haha ). Banyak pengguna pastilah banyak juga masalah yang dihadapi..mulai dari hasil print yang bergaris, tinta gak keluar, warna yang tertukar, dan pita penarik rumah cartridge yang lepas. Hampir masalah yang ada disini adalah masalah CARTRIDGE! survey membuktikan, 10 dari 10 orang mengatakan bahwa masalah utama printer Canon adalah pada CARTRIDGE-nya. 

Cartridge rusak, apakah ini masalah sepele?? em, bisa iya, bisa juga enggak! klo dianggap sepele ya klo cartridge canon rusak tinggal lembiru dah! Lempar..beli..baru...hehe. Klo dianggap enggak karena harga cartridge itu diatas 200rb! tuh...bayangin aja klo setiap 6 bulan sekali harus beli cartridge baru. Totalnya harus beli sekitar 500rb setiap minimal 6 bulan, tergantung pemakaiannya. Kaya sih kagak papa klo beli baru..sekalian aja beli printer baru, harga hampir sama! haha.
Gambar: printer kantor yang berhasil keluar dari gudang barang bekas

Lalu, cara untuk memperbaiki cartridge gimana nih? semoga ilmu ini adalah ilmu yang bermanfaat dan juga bisa bernilai tambah uang saku anda! hehe aamiin

tunggu part 2 nya yaa.... hehe (masih nyambi di kantor nih...hehe)

Monday, 9 June 2014

Micro usb to 3,5mm jack audio buatan sendiri - home made -

Alhamdulillah pada kesempatan kali ini ane bisa posting tentang modifikasi gadget tuk para pengguna handphone. Kantong tipis bisa jadiin orang kreatips! hehe. Berikut ini adalah tips dan trik membuat sendiri sambungan micro usb to 3.5mm jack audio.

Berawal dari HP kedua ane yang dibeli teman yang lagi bener2 butuh HP, akhirnya ane kesepian. loh kok bisa?? karena HP ntu adalah HP musik ane sehari-hari. Tak ada jalan lain kecuali memaksimalkan HP yang ada untuk menjadi HP musik. Sebelum lebih lanjut tuk membahas micro usb to 3.5mm jack audio buatan sendiri, HP primer ane adalah Samsung Xcover 2 dan HP sekunder adalah Nokia X1-01. Kedua HP ni masing2 punya kelebihan lho! mo tau??

Samsung Xcover 2 merupakan HP badak, HP dengan tingkat keamanan tinggi yaitu tahan terhadap benturan, air, debu! yang lebih mengejutkan lagi, HP ni tahan dicelupin air dengan tekanan 1 M selama 30 menit! waw..mantabs!! hehe, tapi yang lebih "waw" lagi adalah sebelum ane beli seken ni, pemilik pertama sudah menguji kehandalannya pada suhu Freezer selama beberapa menit! waw...mantabs 2x!! haha.

Sedangkan Nokia X1-01 memiliki kemampuan yang tak kalah keren. HP ni punya waktu standby time selama 45 hari. sob, itu tulisannya 45 HARI lho..bukan 45 jam. hehe, mantabs kan! dan ane dah buktikan dengan waktu play mpe 2,5 hari non-stop. Klo buat sehari2 dan main musik pake headset bisa cuma ngecharge baterai seminggu sekali! waw..waw!

Itu tadi sekilas review HP ane yaitu Samsung Xcover 2 dan Nokia X1-01. Yang jelas, pasti ada kelemahannya di HP Samsung Xcover 2 dan juga pada Nokia X1-01  namun pribadi yang bijak adalah yang mampu menjadikan kelemahan sebagai kekuatan! hoho, apaan to ni..ckckckck

Oke, qt lanjutin tuk proses membuat micro usb to 3.5mm jack audio..pasti pada penasaran!
Oh ya, sebelumnya, tutorial ini lebih diperuntukkan pada Headset samsung ori dengan colokan micro usb, seperti yang terdapat pada Samsung Xcover 2. Akan tetapi, saya tidak memungkiri bahwa tutorial ini bisa digunakan pada HP brand lain.

Ide awalnya adalah dari sebuah posting orang bule sono pada HP motorola-nya, ni link-nya http://modmymobile.com/forums/71-razr-v8/439501-guide-make-micro-usb-3-5mm-audio-jack-connector.html. Dari sini ane mulai ber-eksperimen by kepepet, kepepet?? lha gimana gak kepepet, lha wong nyari di toko asesoris gede2 di Yogyakarta aje gak ada yang cocok dengan HP Samsung Xcover 2 ni..semua g ada yang nyambung! dah 10 toko yang ane kunjungin, toko elektronik, toko speaker, toko asesoris HP dan toko penjual HP! hasilnya..nihil, gan! sedih banget ane...
(Dikit curhat ya..maap T.T)

Setelah utak-atik dan berhasil dirakit kembali, uji coba pada Audio simbadda pun ternyata......eng ing eng...BERHASIL !! alhamdulillah berhasil juga nih rakitannya. Namun diantara kelebihan berupa murahnya proses ini ada kekurangannya..

Saturday, 17 May 2014

Martial art is for everyone

Sembari menunggu Big Match Barca vs Atm, gue sempatin nulis blog dulu ahhh...

"Apalagi itu, mas???" Jawab seorang ibu2 padaku. "Saya perempuan, mas... masak diajarin beladiri??" Sahutnya lagi saat jawabku hampir dibibir. Yah itulah fakta yang ada di lingkunganku, mungkin juga di tempat anda. Kaum perempuan masih terlalu banyak yang menganggap beladiri itu hanya untuk kaum lelaki. Huh..tak heran mengapa banyak pelecehan seksual di jalanan (pikirku yang meracau). Coba tonton berita di media massa! Berapa banyak korban wanita yang diperkosa, tak hanya itu, berapa pula banyak anak-anak yang menjadi korban para pedofilia??!! So, apakah kita akan mengumpat zaman yang sudah carut marut ini?? Aku pikir itu hanya opini manusia ditengah padang sahara.

Beladiri, saat mendengarnya saja, wanita juga ibu2 hanya berpikir "tak perlu" atau jawaban yang lebih melegakan "wah, capek itu". Memang beladiri untuk wanita atau anak2 itu masih tabu..yah memang itu wajar aku pun memakluminya. Gerakan yang banyak dipertontonkan baik di movie atau TV bahkan demo para ahli beladiri berunsur kekuatan-power! Dan hanya laki2 yang bs melakukannya. 

Berita2 itu seperti tusukan jarum beribu2 tusukan ke dalam hati. Sungguh miris bila sang korban adalah keluargaku atau saudaraku atau temanku. Panggilan itu menjadi dasar aku mulai mengajarkan ilmu beladiri untuk ibu2 dan mbak2. Agar mereka bisa terjaga di zaman yang sungguh bahaya ini. Gerakan sederhana yang telah kupelajari di aikido dan jujitsu.
Alhamdulillah sudah beberapa ibu2 dan juga mbak2 yang saya latih, mulai dari melepas pegangan tangan hingga todongan pisau, juga bekal pengetahuan untuk menghadapi pemerkosaan. Ada testimoni dari seorang peserta bahwa dirinya menjadi tenang karena tahu apa yang akan diperbuat saat kondisi seperti itu. Alhamdulillah..

Inti pengajaran yang ada disini adalah "Hit and Run". Saya tidak mengajarkan bagaimana pukulan serta tendangan seperti ilmu yang saya dapatkan di Thifan, beladiri praktis dan jujitsu. Apa alasannya? Karena anatomi tubuh mereka (wanita) berbeda dengan laki-laki. Saat perempuan berlatih karate atau taekwondo atau beladiri lainnya maka anatomi tubuh mereka jadi berubah. Yap fitroh mereka berubah..badan menjadi keras dan "okol". Oleh sebab itu, teknik yang dipakai adalah "low power with high impact" yaitu dengan tenaga yang kecil bisa membuat kesakitan yang besar.

Contoh yang bisa saya sampaikan disini adalah gerakan untuk melepas pegangan dari seseorang lawan. Nah gerakan tersebut tidak dengan menarik tangan sekuat-kuatnya seperti reflek kebanyakan korban, tetapi dengan gerakan memutar pergelangan. Lawan sekuat apapun dapat dilepas dengan cara ini. Bahkan bila pegangan si penyerang sangat kuat, ini bisa membuat cedera yang serius pada si penyerang itu sendiri. Menarik bukan? ^_^

"Every part of your body is weapon"

Pagi ini saya pun melatih 15 orang ibu2 dan mbak2 di Pare, Kab. Kediri. Alhamdulillah mereka antusias dan dapat menguasai materi yang diberikan. Meski baru sekali pertemuan, tapi bekal ini cukup untuk menghadapi perampok. Hanya saja pengulangan adalah kunci suksesnya. Pengulangan materi jadi poin penting untuk menanamkan reflek dalam otak bawah sadar. Bruce Lee menyampaikan bahwa seseorang yang berlatih 1 tendangan dan diulang sebanyak 1000 kali lebih ia takuti daripada seseorang yang berlatih 1000 tendangan dan hanya 1 kali diulang.

Diakhir tulisan ini, saya berharap banyak perempuan yang mulai berlatih beladiri. Karena dari kalianlah muncul benih2 pejuang bangsa, pemikir hebat, dan negarawan yang disegani.

Keep studying-keep training-keep teaching

Barcelona vs Atletico Madrid this night !!

Malam minggu ini terasa sepi..krn hanya komputer ku yang menatap penuh setia malam ini. Huh...tapi dibalik sepi itu ada double big match antara Barcelona vs Atletico Madrid jam 23.00 ( tinggal 30 menit lagi) dan kemudian Bayern Munchen vs Borussia Dortmund jam 01.00!! Waw...
ATM (sebutan untuk Atletico Madrid) berhasil menghempaskan Barcelona di perempat Liga Champion..nah sekarang saatnya membalas kekalahan dan merebut tahta Liga Primera 2014 ini. Semangat nonton!! Kopi ukuran jumbo telah siap menanti disantap...hehe

Thursday, 8 May 2014

Motivasi: PASSPORT

Oleh Rhenald Khasali ( Jawa Pos, 8 Agustus 2011 )
Ditulis ulang oleh Candra Triosadi

**
Setiap saat mulai perkuliahan, saya selalu bertanya kepada mahasiswa berapa orang yang sudah memiliki passport. Tidak mengherankan, ternyata hanya sekitar 5% yang mengangkat tangan. Ketika ditanya berapa yang sudah pernah naik pesawat, jawabannya melonjak tajam. Hampir 90% mahasiswa saya sudah pernah melihat awan dari atas. Ini berarti mayoritas anak-anak kita hanyalah pelancong lokal.

Maka, berbeda dengan kebanyakan dosen yang memberi tugas kertas berupa PR dan paper, di kelas-kelas yang saya asuh saya memulainya dengan memberi tugas mengurus passport. Setiap mahasiswa harus memiliki "surat ijin memasuki dunia global.". Tanpa passport manusia akan kesepian, cupet, terkurung dalam kesempitan, menjadi pemimpin yang steril. Dua minggu kemudian, mahasiswa sudah bisa berbangga karena punya passport.

Setelah itu mereka bertanya lagi, untuk apa passport ini? Saya katakan, pergilah keluar negeri yang tak berbahasa Melayu. Tidak boleh ke Malaysia, Singapura, Timor Leste atau Brunei Darussalam. Pergilah sejauh yang mampu dan bisa dijangkau.

"Uang untuk beli tiketnya bagaimana, pak?" Saya katakan saya tidak tahu. 

*Dalam hidup ini, setahu saya hanya orang bodohlah yang selalu memulai pertanyaan hidup, apalagi memulai misi kehidupan dan tujuannya dari uang. 

*Dan begitu seorang pemula bertanya uangnya dari mana, maka ia akan terbelenggu oleh constraint. Dan hampir pasti jawabannya hanyalah tidak ada uang, tidak bisa, dan tidak mungkin.

Pertanyaan seperti itu tak hanya ada di kepala mahasiswa, melainkan juga para dosen steril yang kurang jalan-jalan. Bagi mereka yang tak pernah melihat dunia, luar negeri terasa jauh, mahal, mewah, menembus batas kewajaran dan buang-buang uang. Maka tak heran banyak dosen yang takut sekolah ke luar negeri sehingga memilih kuliah di almamaternya sendiri.
Padahal dunia yang terbuka bisa membukakan sejuta kesempatan untuk maju. Anda bisa mendapatkan sesuatu yang yang terbayangkan, pengetahuan, teknologi, kedewasaan, dan wisdom.

Namun beruntunglah, pertanyaan seperti itu tak pernah ada di kepala para pelancong, dan diantaranya adalah mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok backpackers. Mereka adalah pemburu tiket dan penginapan super murah, menggendong ransel butut dan bersandal jepit, yang kalau kehabisan uang bekerja di warung sebagai pencuci piring. Perilaku melancong mereka
sebenarnya tak ada bedanya dengan remaja-remaja Minang, Banjar, atau Bugis, yang merantau ke Pulau Jawa berbekal seadanya. Ini berarti tak banyak orang yang paham bahwa bepergian keluar negeri sudah tak semenyeramkan, sejauh, bahkan semewah di masa lalu.

Seorang mahasiswa asal daerah yang saya dorong pergi jauh, sekarang malah rajin bepergian. Ia bergabung ke dalam kelompok PKI (Pedagang Kaki Lima Internasional) yang tugasnya memetakan pameran-pameran besar yang dikoordinasi pemerintah. Disana mereka membuka lapak, mengambil resiko, menjajakan aneka barang kerajinan, dan pulangnya mereka jalan-jalan, ikut kursus, dan membawa dolar. Saat diwisuda, ia menghampiri saya dengan menunjukkan passportnya yang tertera stempel imigrasi dari 35 negara. Selain kaya teori, matanya tajam mengendus peluang dan rasa percaya tinggi. Saat teman-temannya yang lulus cum-laude masih mencari kerja, ia sudah menjadi
eksekutif di sebuah perusahaan besar di luar negeri.

*The Next Convergence*
Dalam bukunya yang berjudul The Next Convergence, penerima hadiah Nobel ekonomi Michael Spence mengatakan, dunia tengah memasuki Abad Ke tiga dari Revolusi Industri. dan sejak tahun 1950, rata-rata pendapatan penduduk dunia telah meningkat dua puluh kali lipat. Maka kendati penduduk miskin masih banyak, adalah hal yang biasa kalau kita menemukan perempuan
miskin-lulusan SD dari sebuah dusun di Madura bolak-balik Surabaya-Hongkong.

Tetapi kita juga biasa menemukan mahasiswa yang hanya sibuk demo dan tak pernah keluar negeri sekalipun. Jangankan ke luar negeri, tahu harga tiket pesawat saja tidak, apalagi memiliki passport.Maka bagi saya, penting bagi para pendidik untuk membawa anak-anak didiknya melihat dunia. Berbekal lima ratus ribu rupiah, anak-anak SD dari Pontianak dapat diajak menumpang bis melewati perbatasan Entekong memasuki Kuching. Dalam jarak tempuh sembilan jam mereka sudah mendapatkan pelajaran PPKN yang sangat penting, yaitu pupusnya kebangsaan karena kita kurang urus daerah perbatasan. Rumah-rumah kumuh, jalan berlubang, pedagang kecil yang tak diurus Pemda, dan infrastruktur yang buruk ada di bagian sini. Sedangkan hal sebaliknya ada di sisi seberang. Anak-anak yang melihat dunia akan terbuka matanya dan memakai nuraninya saat memimpin bangsa di masa depan. Di universitas Indonesia, setiap mahasiswa saya diwajibkan memiliki passport dan melihat minimal satu negara.

Dulu saya sendiri yang menjadi gembala sekaligus guide nya. Kami menembus Chiangmay dan menyaksikan penduduk miskin di Thailand dan Vietnam bertarung melawan arus globalisasi. Namun belakangan saya berubah pikiran, kalau diantar oleh dosennya, kapan memiliki keberanian dan inisiatif? Maka perjalanan penuh pertanyaan pun mereka jalani. Saat anak-anak Indonesia ketakutan tak bisa berbahasa Inggris, anak-anak Korea dan Jepang yang huruf tulisannya jauh lebih rumit dan pronounciation-nya sulit dimengerti menjelajahi dunia tanpa rasa takut. Uniknya, anak-anak didik saya yang sudah punya passport itu 99% akhirnya dapat pergi keluar negeri. Sekali lagi, jangan tanya darimana uangnya. Mereka memutar otak untuk mendapatkan tiket, menabung, mencari losmen-losmen murah, menghubungi sponsor dan mengedarkan kotak sumbangan. Tentu saja, kalau kurang sedikit ya ditomboki dosennya sendiri.

Namun harap dimaklumi, anak-anak didik saya yang wajahnya ndeso sekalipun kini dipassportnya tertera satu dua cap imigrasi luar negeri. Apakah mereka anak-anak orang kaya yang orangtuanya mampu membelikan mereka tiket? Tentu tidak. Di UI, sebagian mahasiswa kami adalah anak PNS, bahkan tidak jarang mereka anak petani dan nelayan. Tetapi mereka tak mau kalah dengan TKW yang meski tak sepandai mereka, kini sudah pandai berbahasa asing. Anak-anak yang ditugaskan ke luar negeri secara mandiri ternyata memiliki daya inovasi dan inisiatif yang tumbuh. Rasa percaya diri mereka bangkit. Sekembalinya dari luar negeri mereka membawa segudang pengalaman, cerita, gambar dan foto yang ternyata sangat membentuk visi mereka.

Saya pikir ada baiknya para guru mulai membiasakan anak didiknya memiliki passport. Passport adalah tiket untuk melihat dunia, dan berawal dari passport pulalah seorang santri dari Jawa Timur menjadi pengusaha di luar negeri. Di Italy saya bertemu Dewi Francesca, perempuan asal Bali yang memiliki kafe yang indah di Rocca di Papa. Dan karena passport pulalah, Yohannes Surya mendapat bea siswa di Amerika Serikat. Ayo, jangan kalah dengan Gayus Tambunan atau Nazaruddin yang baru punya passport dari uang negara.

*Rhenald Kasali
Guru Besar Universitas Indonesia *

*RAIHLAH ILMU, DAN UNTUK MERAIH ILMU, BELAJARLAH UNTUK TENANG, DAN SABAR. *
*(KHALIFAH UMAR R.A.)*

Stem Cell, Obat Dewa Untuk Kebanyakan Penyakit

Stem cell -dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama sel induk- dalam beberapa tahun belakangan ini menjadi sebuah incaran yang penting bagi kalangan peneliti. Hal ini dikarenakan stem cell diprediksikan menjadi obat "dewa" bagi kebanyakan penyakit. Penyakit-penyakit yang tidak dapat disembuhkan oleh obat-obatan atau kemotherapy pun dapat ditanggulangi oleh metode therapy stem cell ini. Stem cell merupakan sel tubuh manusia yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel tubuh, seperti sel jantung, sel otot, sel syaraf, dan sel-sel lainnya.

Stem cell mulai dikenal dengan adanya penelitian dan focus peneliti terhadap biologi sel tentang perkembangan embrionik manusia pada pertengahan tahun 1800. Dan pada awal tahun 1900 stem cell untuk pertama kalinya dikenal oleh peneliti melalui mekanisme regenerasi sel darah merah pada sumsum tulang.

Penyakit-penyakit degeneratif pada beberapa puluh tahun ini semakin menghantui. Banyak penyebab yang menyebabkan penyakit-penyakit degeneratif ini semakin luas kalangan penderitanya, salah satunya adalah pola makan, pola hidup, dan lingkungan. Banyak teori-teori yang menjelaskan tentang pengaruh pola makan terhadap berbagai macam penyakit yang timbul, seperti diabetes. Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp. JP menjelaskan bahwa Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit endokrin yang menjadi pembunuh utama manusia, dengan penderita mencapai 150 juta jiwa pada tahun 2000. Dan belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tidak menular ini.

Diabetes mellitus merupakan salah satu dari penyakit degeneratif yang belum bisa disembuhkan, baik dengan menggunakan metode medis operasi maupun kemoterapi. Akan tetapi beberapa tahun belakangan ditemukan sebuah metode medis yang dapat mengobati penyakit-penyakit yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan obat-obatan, yaitu dengan metode terapi Stem cell. Metode ini masih terbilang baru dikenal di Indonesia kira-kira pada tahun 2004 dan merupakan sebuah terobosan terapi, sehingga masih sangat asing bagi beberapa masyarakat, maupun kalangan akademisi. Stem cell pertama kali muncul karena adanya minat yang begitu besar dari para Scientist terhadap biologi sel sesaat setelah ditemukannya mikroskop, dan menjadi banyak perbincangan dan fokus penelitian bagi para Scientist dunia sejak awal tahun 1900 dimana stem cell diujicobakan pertama kali di sumsum tulang pada saat sel ini diketahui berubah menjadi sel darah merah. Penelitian ini merupakan penelitian yang tercatat dalam pelaksaannya dimana aplikasi penelitian transplantasi sumsum tulang ini menggunakan stem cell dewasa atau Adult Stem Cell, dan proses pengaturannya menggunakan mouth pada penderita anemia dan leukemia. 

Pada akhir tahun 1950 peneliti medis dari Prancis menemukan penemuan tentang system imun manusia, dimana penemuan ini menjadi pemacu bagi penelitian-penelitian lanjutan tentang transplantasi sumsum. Yaitu Jean Dausset yang berhasil mengidentifikasi banyak antigen yang sesuai secara histologinya pada manusia, yang kemudian dikenal dengan nama HLA antigen (Human Leukocyte Antigen). Tahun 1960an penelitian tentang tranplantasi sumsum tulang terus berkembang mulai dari percobaan dengan metode donor-resipien dari saudara kembar identik bahkan hingga donor-resipien dari manusia yang tidak punya ikatan darah. Tahun 1980 para peneliti mengetahui cara untuk mengambil ESC (Embryonic Stem Cell) dari tikus dan menumbuhkannya dalam laboratorium. Tahun 1998 James Thompson berhasil mengisolasi sel dari Inner Cell Mass pada embrio dan dikembangkan menjadi ESC lines (Embryonic Stem Cell). Embrio yang digunakan dalam penelitian-penelitian tentang Stem Cell ini menggunakan embrio manusia yang diambil dari “sisa” penggunaan prosedur bayi tabung (In Vitro Fertilization), dimana setiap proses In Vitro Fertilization ini akan menghasilkan banyak sel telur. Perjalanan penelitian tentang Stem Cell ini telah melalui masa-masa yang sangat panjang, banyak kontroversi yang diperdebatkan dan bahkan hingga membatasi dana penelitian pemerintah hanya pada Human Embryonic Stem Cell lines yang dibuat sebelum maklumat Presiden George W. Bush pada tahun 2001. 

Terapi stem cell ini menurut E. Michael Molnar adalah Universal stem cell, yang dapat menyembuhkan semua penyakit, tetapi stem cell ini bukanlah obat ajaib. Fungsi utama dari terapi stem cell menurut beliau adalah sebagai inisiator atas kesembuhan penyakit itu sendiri. Terapi ini hanya diketahui sebagai pengobatan untuk situasi yang klinis dengan cara menyembuhkan beberapa malfungsi atau tidak berfungsinya tipe sell, beberapa jaringan dan organ, yang rusak karena disebabkan oleh penyakit, pertumbuhan dan perkembangan yang abnormal, ataupun kecelakaan parah.

Referensi diambil dari berbagai sumber.